Mendengar dari Kampung: Menyemai Harapan Kopi di Kwau
Tim Udohotma Bentara Papua kembali bertemu dan berdialog bersama masyarakat Kampung Kwau, Distrik Mokwam. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Kampung Kwau, Bapak Yustinus Mandacan, Bendahara Pertanian Kampung Kwau, Bapak Apolos Wonggor serta pendamping kopi lokal, Narson Mandacan.
Pertemuan berlangsung dalam situasi yang cukup terbatas. Penyampaian informasi dan undangan belum menjangkau seluruh masyarakat, sehingga sebagian warga sedang berada di kota maupun di kebun. Meski demikian, pertemuan tetap menjadi ruang penting untuk mendengarkan cerita, potensi, serta harapan masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana memastikan komunikasi dapat dipahami bersama. Sebagian masyarakat Kwau belum terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Kepala Kampung Yustinus Mandacan kemudian membantu menerjemahkan percakapan ke dalam bahasa ibu masyarakat.
Dari dialog tersebut, mama-mama Kampung Kwau menyampaikan dengan penuh keyakinan:
“Kami juga menerima dan ingin kampung kami maju lebih lagi.”
Harapan tersebut juga berkaitan dengan pengembangan kopi yang telah dirintis beberapa tahun sebelumnya.
Pada tahun 2020 dan 2022, Rudi, Kepala Stasiun Udohotma sebelumnya bersama tim Bentara Papua lainnya, melakukan penyuluhan kopi awal di kampung kwau.
Lalu akhir 2020 pada bulan desember tim Bentara Papua kembali ke kampung kwau melakukan pelatihan cara persemaian kopi dua varietas Sigarar Utang 3.000 dan Komasti 2.000. Persemaian dilakukan di dua lokasi, di Homestaynya Bapak Hans Mandacan dan Bapak Samuel Mandacan. Berjalannya waktu bibit kopi tersebut banyak yang rusak karena terkena hujan. Jadinya pada tahun 2022 kami kembali saat itu bekerja sama dengan Dinas Pertanian Provinsi Papua Barat untuk pengadaan benih varietas sigarar utang sebanyak 10.000 benih. Bersamaan dengan itu kami melakukan pendampingan pemeliharaan tanaman kopi yang di tanam serentak bersama Bupati Manokwari kala itu Bapak Hermus Indou, S.IP., M.H.
Kini, masyarakat kembali menyampaikan harapan agar pendampingan kopi dapat terus dilanjutkan, mulai dari pembibitan hingga panen. Bagi Bentara Papua, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa kerja bersama tidak cukup hanya dengan membawa program. Ia dimulai dari datang, mendengar, memahami, dan memberi ruang bagi masyarakat untuk menentukan arah yang mereka inginkan bagi kampungnya sendiri.
Dari Kwau, harapan itu kembali disuarakan bersama:
“Kampung Kwau, BISA!"