| Bekerja dengan Kami | ![]() |
Bukan Sekadar Hutan: Mangrove Papua sebagai Warisan Kehidupan Dunia
06 January 2026 - oleh Marsia A.R.Rumatray
Bukan Sekadar Hutan: Mangrove Papua sebagai Warisan Kehidupan DuniaPapua kerap dijuluki sebagai “Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi”. Julukan ini sering dikaitkan dengan keindahan pegunungan dan burung Cenderawasih yang menari di kanopi hutan. Namun, ada satu ekosistem penting yang kerap luput dari perhatian: wilayah pesisir, tempat laut dan daratan bertemu. Di sanalah hutan mangrove Papua tumbuh tenang, kuat, dan menopang kehidupan. Di Tanah Papua, mangrove bukan sekadar vegetasi pesisir. Ia adalah identitas, pelindung kehidupan, sumber pangan, penjaga iklim, dan warisan lintas generasi yang tak tergantikan. Benteng Alami Penjaga PesisirMangrove memiliki sistem akar yang menjalar keluar dan saling mengikat lumpur pesisir. Akar-akar ini berfungsi menahan abrasi dan meredam gelombang laut. Bagi masyarakat pesisir Papua di Asmat, Mimika, hingga Raja Ampat—mangrove adalah benteng alami yang melindungi pemukiman dan ruang hidup mereka. Keberadaan mangrove memungkinkan masyarakat tetap tinggal dan beraktivitas dengan aman di wilayah pesisir. Inilah warisan fisik pertama dari mangrove Papua: keamanan dan keberlanjutan tempat tinggal. Sumber Pangan dan Ketahanan HidupHutan mangrove merupakan dapur alam yang menyediakan berbagai sumber protein seperti kepiting bakau, udang, kerang, dan ikan kecil. Bagi masyarakat adat, mangrove adalah sistem ketahanan pangan alami yang telah diwariskan turun-temurun. Selama mangrove terjaga, sumber pangan akan tetap tersedia. Menanam satu bibit mangrove hari ini berarti memastikan generasi mendatang masih dapat menggantungkan hidup pada ekosistem pesisir yang sehat. Penjaga Iklim GlobalPapua memiliki salah satu kawasan mangrove terluas dan paling utuh di dunia. Mangrove dikenal sebagai penyerap karbon yang sangat efektif, bahkan melebihi hutan hujan tropis daratan. Upaya menjaga mangrove Papua adalah kontribusi nyata dalam menghadapi krisis iklim global. Mangrove membantu menurunkan emisi karbon, menjaga kualitas udara, dan menstabilkan iklim bumi. Simbol Ketangguhan dan AdaptasiMangrove tumbuh di lingkungan ekstrem—air asin, lumpur minim oksigen, dan pasang surut laut. Namun, ia mampu bertahan dengan beradaptasi. Nilai ini menjadi cermin ketangguhan masyarakat Papua dalam menghadapi perubahan zaman. Menjaga mangrove berarti menjaga kearifan lokal dan mentalitas hidup selaras dengan alam. Ikatan Spiritual dengan LeluhurDi banyak komunitas adat Papua, alam dipandang sebagai mama, sumber kehidupan yang harus dihormati. Hutan mangrove dianggap sebagai rahim yang menyediakan kehidupan. Merusaknya sama dengan merusak hubungan spiritual dengan leluhur. Menanam mangrove bukan sekadar aksi lingkungan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai budaya dan spiritual masyarakat adat. Ancaman dan Tanggung Jawab BersamaAlih fungsi lahan dan pembangunan yang tidak berkelanjutan menjadi ancaman serius bagi mangrove Papua. Setiap bibit mangrove yang ditanam adalah pernyataan sikap bahwa tanah ini milik masa depan, bukan hanya kepentingan hari ini. Mangrove membutuhkan generasi yang peduli dan berani menjaga warisan ekologis ini. Menanam Mangrove, Menanam HarapanBibit mangrove yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi pohon kokoh di masa depan menjadi rumah biota laut, menyaring udara, dan melindungi pesisir. Papua bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga penjaga masa depan bumi melalui ekosistem mangrovenya. "Bentara Papua mengajak semua pihak untuk bersama menjaga mangrove sebagai Benteng Terakhir pesisir Indonesia dan Warisan dunia." |
Publikasi Lainnya
|