Dorong Digitalisasi Data Desa, Bentara Papua Gelar Pelatihan Sistem Informasi Kampung di Sorong
Pacebentara, 17 April 2026 – Dalam upaya memperkuat tata kelola data di tingkat akar rumput, Bentara Papua berkolaborasi bersama Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi menyelenggarakan kegiatan "Sistem Informasi Kampung (SIK) Berbasis Laman (Website)". Kegiatan ini dilaksanakan di rumah singgah Bentara Papua di Jalan Malibela, Kota Sorong.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 16 hingga 18 April 2026, difasilitasi oleh tiga fasilitator berpengalaman dari KKI Warsi, yakni Yul Qari, Askarinta Adi, dan Andi Irawan. Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh sembilan orang staf serta relawan kampung yang berasal dari Stasiun Udohotma (Pegunungan Arfak), Stasiun Sira (Sorong Selatan), dan Stasiun Solol (Raja Ampat).
Dalam pemaparannya mengenai Potensi Ruang Mikro, fasilitator Yul Qari menekankan bahwa akurasi data merupakan kunci utama dalam menentukan keberhasilan program pemerintah.
“Data yang berkualitas akan menghasilkan pembangunan yang bermutu, tepat guna, dan tepat sasaran,” ujar Yul Qari.

Pemaparan materi Potensi Ruang Mikro oleh YulQari fasilitator dari KKI Warsi
di Rumah Singgah Bentara Papua (Jl. Malibela, Kota Sorong)
Ia juga menambahkan bahwa desa atau kampung merupakan ujung tombak dalam struktur pembangunan nasional. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat kampung dalam mengelola informasi menjadi hal yang sangat krusial.
Salah satu urgensi dari kegiatan ini adalah mencari solusi atas permasalahan administrasi konvensional. Selama ini, data kampung sering kali hanya tersimpan dalam bentuk tumpukan kertas yang sulit diakses dan rentan mengalami kerusakan fisik.
Melalui sistem informasi berbasis website, data tersebut kini dapat dikelola secara daring (online). Hal ini bertujuan agar:
- Aksesibilitas Meningkat: Data menjadi lebih mudah dicari dan diolah untuk kepentingan perencanaan desa.
- Efisiensi Administrasi: Mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik dan meminimalisasi risiko kehilangan data.
- Pemutakhiran Berkelanjutan: Memudahkan relawan dalam memperbarui informasi potensi desa secara seketika (real-time).
Dengan implementasi sistem informasi kampung ini, diharapkan setiap kampung memiliki basis data digital yang kuat guna mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua, khususnya di Pegunungan Arfak, Sorong Selatan, dan Raja Ampat.